Inggris menjadi salah satu negara utama yang bergabung dengan Amerika Serikat dalam operasi militer di Afghanistan.
Sebanyak 457 tentara Inggris tewas selama keterlibatan negara itu dalam konflik Afghanistan.
Baca Juga:
Tersangka Wafat, KPK Terbitkan SP3 Kasus Korupsi Anoda Logam
Pernyataan Trump juga menuai kecaman luas di dalam negeri Inggris.
Sejumlah menteri, anggota parlemen, hingga veteran militer menilai pernyataan Trump sebagai bentuk ketidakberterima-kasihan terhadap sekutu.
Menteri Pertahanan Inggris John Healey menekankan pentingnya menghormati jasa para prajurit yang gugur.
Baca Juga:
Terungkap! Daging Ikan Sapu-sapu dari Kali Dijual untuk Bahan Siomai
“Pasukan Inggris yang gugur di Afghanistan harus dikenang sebagai pahlawan yang mengorbankan nyawa mereka untuk melayani bangsa kita,” kata Healey.
[Redaktur: Elsya Tri Ahaddini]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.