Kontroversi ini bermula dari pernyataan Trump dalam wawancara dengan Fox News.
Dalam wawancara yang disiarkan Kamis (22/1/2026), Trump menyatakan keraguannya apakah NATO akan membantu Amerika Serikat jika Washington menghadapi ancaman serius di masa depan.
Baca Juga:
Apresiasi Nasional: Saifullah Yusuf Puji Capaian UHC Kabupaten Karawang, Bukti Negara Hadir untuk Rakyat
Ia menyinggung pengalaman AS saat invasi Afghanistan pada 2001.
“Mereka mengatakan mereka mengirim beberapa pasukan ke Afghanistan, dan memang benar,” kata Trump, seperti dikutip BBC.
Trump kemudian mengklaim bahwa posisi pasukan NATO tidak berada di garis terdepan pertempuran.
Baca Juga:
Indikator Makro 2026 Menguat: Ekonomi Kabupaten Karawang Stabil, Pengangguran dan Kemiskinan Turun Signifikan
“Tapi mereka berada agak di belakang, agak jauh dari garis depan,” ujarnya.
Pasca serangan teror Al Qaeda di New York pada Selasa (11/9/2001), NATO untuk pertama kalinya mengaktifkan Pasal 5 dalam sejarah aliansi tersebut.
Pasal 5 menyatakan bahwa serangan terhadap satu negara anggota dianggap sebagai serangan terhadap seluruh anggota NATO.