WAHANANEWS.CO, Jakarta - Serangan masif Amerika Serikat dan Israel belum melumpuhkan kekuatan rudal Iran, karena intelijen terbaru justru menunjukkan kemampuan itu masih bertahan.
Penilaian intelijen Amerika Serikat mengungkap Iran tetap mempertahankan sebagian besar kemampuan rudalnya meskipun telah dihantam serangan intensif selama berminggu-minggu.
Baca Juga:
Trump Klaim Seluruh Pemimpin Militer Iran Tewas, Sebut Mojtaba Khamenei "90 Persen Lenyap"
Laporan tersebut dipublikasikan pada Sabtu (4/4/2026) dan mengutip pejabat AS yang mendapat pengarahan intelijen rahasia.
Menurut para pejabat tersebut, Iran mampu dengan cepat memulihkan bunker dan silo rudal bawah tanah yang rusak akibat serangan.
Kemampuan ini memungkinkan sistem peluncur kembali aktif hanya dalam hitungan jam setelah dihantam.
Baca Juga:
Iran Sebut Lindsey Graham Sosok Jahat Usai Senator AS Itu Meninggal Dunia
Selain itu, Iran juga disebut masih memiliki stok rudal dalam jumlah besar serta platform peluncur bergerak yang memperkuat daya tahannya.
Temuan ini dinilai bertolak belakang dengan narasi publik dari Washington yang menekankan keberhasilan besar kampanye militer mereka.
Pemerintah AS sebelumnya menyatakan sekitar 11.000 target telah dihantam di seluruh wilayah Iran dalam lima pekan konflik.