Strategi ini memungkinkan Iran tetap menjaga kapasitas serangan dalam jangka panjang sekaligus mempertahankan efek pencegahan.
Laporan tersebut juga menyoroti peningkatan penggunaan bunker, gua, dan silo bawah tanah sebagai perlindungan utama sistem rudal Iran.
Baca Juga:
Iran Catat Rekor Dunia, Internet Mati 37 Hari Nonstop
Bahkan ketika fasilitas tersebut tampak rusak, tim Iran dilaporkan mampu menggali kembali dan mengaktifkan peluncur dalam waktu singkat.
Media Israel juga melaporkan penggunaan alat berat seperti buldoser untuk memulihkan peluncur yang tertimbun akibat serangan udara.
Para pejabat AS menilai langkah ini menunjukkan kesiapan Iran untuk mempertahankan tekanan secara berkelanjutan.
Baca Juga:
Iran Jatuhkan Dua Jet Tempur AS dalam Sehari, Termasuk A-10 Warthog
Meskipun volume serangan menurun, Iran masih secara rutin meluncurkan rudal dan drone.
Dalam laporan tersebut disebutkan Iran menembakkan sekitar 15 hingga 30 rudal balistik serta 50 hingga 100 drone setiap hari.
Serangan dilakukan dalam gelombang kecil dan bertahap, berbeda dengan pola serangan besar-besaran sebelumnya.