“Berikut fakta-faktanya: serangan rudal balistik dan drone Iran turun 90%, angkatan laut mereka hancur, dua pertiga fasilitas produksi mereka rusak atau hancur, dan Amerika Serikat dan Israel memiliki dominasi udara yang luar biasa atas Iran,” kata Anna Kelly.
Pernyataan tersebut mencerminkan posisi resmi Gedung Putih yang menyoroti keberhasilan signifikan dalam menekan kapasitas militer Iran.
Baca Juga:
Iran Catat Rekor Dunia, Internet Mati 37 Hari Nonstop
Menteri Pertahanan AS juga menekankan penurunan intensitas serangan dari pihak Iran dalam beberapa waktu terakhir.
“Ya, mereka masih akan menembakkan beberapa rudal, tetapi kami akan menembak jatuh mereka,” ujar Pete Hegseth.
Ia menambahkan bahwa dalam 24 jam terakhir jumlah serangan Iran berada pada titik terendah sejak konflik berlangsung.
Baca Juga:
Iran Jatuhkan Dua Jet Tempur AS dalam Sehari, Termasuk A-10 Warthog
“Perlu dicatat, 24 jam terakhir menunjukkan jumlah rudal dan drone musuh yang ditembakkan Iran paling rendah. Mereka akan bersembunyi di bawah tanah, tetapi kami akan menemukannya,” kata dia.
Namun demikian, badan intelijen AS menilai penurunan jumlah peluncuran tidak serta-merta menunjukkan melemahnya kemampuan Iran.
Sebaliknya, Iran diyakini tengah mengubah strategi dengan menghemat persenjataan, menyebar peluncur, dan memperkuat penggunaan fasilitas bawah tanah.