WAHANANEWS.CO, Jakarta - Irak mulai tancap gas membangun pembangkit listrik tenaga surya skala besar di tengah krisis listrik berkepanjangan, menandai pergeseran penting dari ketergantungan pada energi fosil menuju energi terbarukan.
Langkah ini diwujudkan melalui pengoperasian PLTS industri pertama di Provinsi Karbala pada Minggu (20/9/2025), yang berdiri di hamparan gurun luas dengan deretan panel surya menyerupai kota hitam di tengah pasir.
Baca Juga:
PLN Genjot 21 Proyek PLTS 513 MWp, ALPERKLINAS: Langkah Strategis Kurangi BBM
“Ini adalah proyek pertama dari jenisnya di Irak yang memiliki kapasitas sebesar ini,” kata Safaa Hussein, direktur eksekutif pembangkit listrik tenaga surya di Karbala.
Proyek ini menjadi bagian dari strategi pemerintah Irak untuk memperluas produksi energi bersih sekaligus mengatasi krisis listrik yang selama ini menghantui negara kaya minyak tersebut.
Pembangkit di Karbala ditargetkan mampu menghasilkan hingga 300 megawatt listrik pada kapasitas puncak untuk menopang jaringan nasional.
Baca Juga:
IEEFA: Program PLTS Prabowo Bisa Menghemat Rp62 Triliun per Tahun
Selain itu, proyek lain juga tengah dikembangkan di Provinsi Babil dengan kapasitas 225 megawatt serta rencana pembangunan PLTS raksasa 1.000 megawatt di Basra.
“Pembangkit ini bertujuan untuk memasok jaringan listrik nasional, dan mengurangi konsumsi bahan bakar terutama pada beban puncak siang hari, selain mengurangi dampak negatif emisi gas terhadap lingkungan,” ujarnya.
Secara keseluruhan, Irak menargetkan pengembangan proyek energi surya hingga kapasitas gabungan 12.500 megawatt yang saat ini dalam tahap pembangunan, persetujuan, maupun negosiasi.