Selama ini, F-15E mengandalkan sistem LANTIRN yang memungkinkan penerbangan rendah mengikuti kontur bumi untuk menghindari deteksi radar musuh.
Dalam operasionalnya, pesawat ini diawaki oleh dua personel dengan pembagian tugas antara pilot dan perwira sistem senjata yang mengendalikan radar untuk mendeteksi ancaman.
Baca Juga:
Dua Hari Hilang di Iran, Pilot F-15E AS Diselamatkan Lewat Operasi Militer Dramatis
Namun demikian, sistem pertahanan udara Iran dilaporkan telah berkembang pesat dan mampu mendeteksi serta mengunci target yang terbang rendah dengan kecepatan tinggi.
"Kehancuran yang dipublikasikan oleh IRGC ini menunjukkan kecanggihan yang mengkhawatirkan dan letalitas dari jaringan pertahanan udara Iran yang sangat dibentengi."
Kerugian yang dialami Amerika Serikat tidak hanya berdampak secara strategis, tetapi juga finansial mengingat harga satu unit F-15E mencapai jutaan dolar.
Baca Juga:
Perombakan Besar Militer AS, Randy George Didepak dari Kursi Kepala Staf
Pesawat ini mampu membawa beban persenjataan hingga 23.000 pon atau sekitar 10.432 kilogram dalam satu misi tempur.
Selain itu, F-15E dilengkapi tangki bahan bakar konformal yang meningkatkan jangkauan operasional tanpa perlu pengisian bahan bakar di udara.
Saat insiden terjadi, pesawat tersebut diduga tengah membawa berbagai jenis persenjataan canggih termasuk bom penghancur bunker, bom pintar JDAM, hingga misil jelajah jarak jauh.