“Kami memiliki nota kesepahaman dari bertahun-tahun yang lalu yang tidak pernah berisi isi substantif apa pun. Ini tidak akan memengaruhi keamanan Israel,” sambungnya.
Ketegangan kedua negara semakin meningkat dalam sepekan terakhir setelah pemerintah Italia secara terbuka menuduh pasukan Israel melakukan tindakan yang membahayakan konvoi UNIFIL asal Italia di wilayah Lebanon.
Baca Juga:
PLN Beri Diskon Tambah Daya hingga Juni 2026, MARTABAT Prabowo-Gibran: Dorong Produktivitas Rumah Tangga dan UMKM
Meski tidak menimbulkan korban jiwa, insiden tersebut dilaporkan menyebabkan kerusakan pada setidaknya satu kendaraan milik pasukan penjaga perdamaian.
Sebagai respons cepat, Italia memanggil duta besar Israel untuk menyampaikan protes resmi atas kejadian tersebut yang dianggap melanggar prinsip keamanan misi internasional.
Di sisi lain, Israel juga memanggil duta besar Italia sebagai balasan atas pernyataan keras Menteri Luar Negeri Italia Antonio Tajani yang mengecam serangan terhadap warga sipil Lebanon.
Baca Juga:
PLN Dorong Electrifying Lifestyle di Tanah Papua, ALPERKLINAS: Langkah Visioner Menuju Kemandirian Energi
Tajani diketahui melakukan kunjungan ke Beirut dan bertemu Presiden Lebanon Joseph Aoun serta Menteri Luar Negeri Youssef Raggi pada Senin (13/4/2026) untuk menunjukkan solidaritas Italia terhadap Lebanon.
“Menurutnya, ia berada di sana untuk menyampaikan solidaritas Italia menyusul serangan Israel yang tidak dapat diterima terhadap penduduk sipil.”
Situasi ini menandai meningkatnya ketegangan diplomatik antara Italia dan Israel yang berpotensi memengaruhi dinamika kerja sama pertahanan dan hubungan bilateral kedua negara ke depan.