WahanaNews | Kepolisian
Filipina berhasil menyelamatkan tiga nelayan Warga Negara Indonesia (WNI) yang ditawan oleh kelompok teroris Abu
Sayyaf akibat kapal yang ditumpangi gerombolan itu terbalik usai dihantam gelombang laut.
Insiden itu terjadi ketika kelompok
Abu Sayyaf yang menculik para WNI tersebut mencoba kabur menggunakan kapal cepat
dari kejaran kepolisian Filipina.
Baca Juga:
9 Orang Luka Luka, Mobil Angkutan Umum di Taput Bawa 8 Pelajar Terbalik
Menurut Komandan Komando Daerah
Militer setempat, Letjen Corleto Vinluan Jr, peristiwa terbaliknya kapal
kelompok Abu Sayyaf itu terjadi di perairan Pulau Pasigan, Tawi Tawi, Mindanao,
Kamis (18/3/2021) malam.
Dilansir Associated Press, Jumat (19/3/2021), menurut
laporan polisi, sebanyak tiga WNI itu ditemukan
terdampar di pantai Kota Ubian Selatan, Tawi Tawi.
Penduduk setempat lantas melapor
kepada polisi.
Baca Juga:
Mobil L300 Buruh Pemanen Jeruk Terbalik, Gule Tewas Tercampak
Sedangkan satu WNI lagi, yang disebutkan berada juga di kapal
yang terbalik itu, masih dicari.
Aparat pun berhasil
menangkap seorang anggota kelompok Abu Sayyaf berusia 45 tahun yang meyandera
para WNI itu.
Para WNI yang bekerja di kapal ikan
perusahaan Malaysia itu diculik saat melaut pada Januari 2020. Saat itu, ada delapan orang yang ditawan.