Mereka kemudian dibawa ke tempat
persembunyian Abu Sayyaf di Provinsi Sulu.
Sebanyak tiga nelayan sudah
dibebaskan, lalu ada satu nelayan dilaporkan tewas ditembak ketika mencoba
kabur saat aparat keamanan Filipina menyerbu markas Abu Sayyaf.
Baca Juga:
9 Orang Luka Luka, Mobil Angkutan Umum di Taput Bawa 8 Pelajar Terbalik
"Para teroris mencoba kabur dari
operasi militer di Sulu, jadi mereka mencoba pergi ke Tawi Tawi dengan membawa
sandera," kata Komandan Daerah Militer Tawi Tawi, Brigjen Arturo Rojas.
Abu Sayyaf meminta tebusan untuk
pembebasan WNI yang tersisa.
Namun, mereka berasal dari keluarga
menengah ke bawah, dan pemerintah Indonesia tidak mau
mengabulkan permintaan tebusan itu.
Baca Juga:
Mobil L300 Buruh Pemanen Jeruk Terbalik, Gule Tewas Tercampak
Meski jumlah anggota Abu Sayyaf cukup
kecil, tetapi mereka tidak segan melakukan kekerasan, seperti
melakukan serangan bom.
Jika tebusan untuk warga asing dan
lokal yang disandera tidak dipenuhi, mereka bahkan tega memenggal tawanan.
Kelompok teroris itu terdiri dari
sejumlah grup kecil yang terpisah-pisah. Beberapa di antaranya menyatakan
tunduk kepada ISIS.