Menanggapi ancaman Washington, Misi Iran untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa menyampaikan sikap resminya melalui unggahan di platform X pada Selasa (27/1/2026).
Iran menyatakan tetap terbuka untuk berdialog, namun menegaskan akan membela diri dan memberikan respons terbesar jika wilayahnya diserang.
Baca Juga:
Bocah Palestina Meninggal Akibat Serangan Jantung saat Lari dari Kejaran Tentara Israel
Di sisi lain, pasukan Iran sebelumnya memperlihatkan kekuatan militernya melalui latihan penembakan rudal di Pantai Makran, Teluk Oman, dekat Selat Hormuz pada Sabtu (31/12/2022), wilayah yang kini kembali menjadi titik panas dalam ketegangan AS-Iran.
Trump sendiri beberapa kali memperingatkan Teheran agar tidak menggunakan kekerasan terhadap demonstran di dalam negeri Iran.
Presiden ke-47 Amerika Serikat itu bahkan secara terbuka mendorong rakyat Iran untuk mengambil alih lembaga-lembaga negara, seraya menyatakan bahwa bantuan sedang dalam perjalanan.
Baca Juga:
Kunjungi Mitra di Indonesia, AS Bahas Upaya Memajukan Transisi Energi
Pada awal Januari, Trump sempat menarik kembali perintah serangan terhadap Iran dengan alasan tekanan Washington telah menghentikan lebih dari 800 eksekusi yang direncanakan oleh Teheran.
Namun dalam beberapa hari terakhir, ancaman kembali dilontarkan dari Gedung Putih seiring meningkatnya eskalasi politik dan militer antara Amerika Serikat dan Iran.
[Redaktur: Elsya Tri Ahaddini]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.