WAHANANEWS.CO, Jakarta - Pemerintah China resmi buka suara mengenai tindakan Amerika Serikat (AS) yang menyita kapal berbendera Iran bernama Touska.
Beijing menuntut agar pembicaraan damai antara Iran dan Amerika Serikat segera dimulai kembali setelah terjadinya insiden penyitaan kapal tersebut.
Baca Juga:
Trump Tak Puas Proposal Damai Iran, Sebut AS Punya Dua Opsi Akhiri Perang
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Guo Jiakun, menyampaikan sikap resmi pemerintah dalam sebuah konferensi pers untuk menanggapi tindakan militer Washington.
Berdasarkan laporan kantor berita BBC News, China secara tegas menyatakan kekhawatirannya atas tindakan pencegatan paksa yang dilakukan oleh pasukan Amerika Serikat.
"China menyatakan keprihatinan atas pencegatan paksa kapal tersebut oleh pasukan AS," ujar Guo dalam konferensi pers tersebut dikutip Senin (20/4/2026).
Baca Juga:
Pentagon Bongkar Biaya Perang AS di Iran Tembus Rp433,8 Triliun
Kementerian Luar Negeri China sebelumnya juga telah mengeluarkan pernyataan keras terkait aktivitas militer Amerika Serikat di perairan Timur Tengah. Beijing menilai langkah Amerika Serikat melakukan blokade angkatan laut di pelabuhan-pelabuhan Iran merupakan tindakan yang dapat merusak stabilitas global.
"Blokade angkatan laut AS terhadap pelabuhan Iran adalah tindakan yang tidak bertanggung jawab dan berbahaya," sebut pihak Kementerian Luar Negeri China dalam pernyataan sebelumnya.
Saat ini, China diperkirakan menjadi pembeli utama dengan menyerap sekitar 90% dari total ekspor minyak Iran. Para analis menilai bahwa blokade yang dilakukan oleh Amerika Serikat merupakan strategi untuk menekan China agar ikut memberikan tekanan ekonomi kepada pihak Teheran.