WAHANANEWS.CO, Jakarta - Kapal-kapal dilaporkan telah mulai berlayar melalui Selat Hormuz. Mereka bisa melewati laut sempit itu di bawah skema baru oleh badan pelayaran Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Lembaga PBB, Organisasi Maritim Internasional (IMO), mengatakan mereka mengevakuasi kapal-kapal yang terjebak di sana akibat konflik. Ini akan memungkinkan ratusan kapal dengan sekitar 11.000 pelaut yang terdampar di Teluk untuk berlayar melalui Hormuz.
Baca Juga:
Hubungan RI-Iran Disebut Sedang Terluka, Eks Dubes Bongkar Insiden Kapal Tanker hingga Kapal Perang
"Kapal-kapal telah mulai melewati rencana tersebut," kata seorang juru bicara IMO dikutip Kamis (25/6/2026).
Sayangnya, ia menolak untuk memberikan rincian kapal-kapal yang telah menyeberang. Meski demikian, dari data pelacakan kapal LSEG dan Marine Traffic merujuk analisa Reuters, ada 35 kapal kecil, terutama kargo curah kering dan kontainer serta lima kapal tanker minyak dan kapal tunda, sedang bersiap untuk berlayar.
"Kapal harus menunggu instruksi sebelum melanjutkan," tulis catatan IMO, yang dikeluarkan Rabu (24/6/2026).
Baca Juga:
Kapal Gamsunoro Sukses Lintasi Selat Hormuz, Sinergi Sinergi Kemlu dan PIS
"Memadati area tunggu hanya akan mengakibatkan perlunya menunda pemberitahuan lebih lanjut demi keselamatan navigasi," tambahnya.
Rute Selat Hormuz
Sebenarnya ada dua rute kapal yang mungkin digunakan sementara untuk berlayar keluar. Rute utara melalui perairan Iran dan rute selatan melalui perairan yang dikoordinasikan oleh Oman atau AS