WAHANANEWS.CO, Jakarta - Rencana besar penguatan udara Indonesia mendadak menemui jalan buntu setelah Boeing menyatakan tak lagi menggarap proyek jet tempur F-15 untuk Jakarta, sebuah sinyal keras bahwa kesepakatan strategis itu kini praktis berhenti di tengah jalan.
Produsen pesawat asal Amerika Serikat itu memastikan kampanye penjualan F-15EX ke Indonesia sudah tidak aktif lagi, mengakhiri harapan realisasi pembelian 24 unit jet tempur yang diteken tiga tahun lalu.
Baca Juga:
Sejumlah Insiden, Picu Hilangnya Kepercayaan Rakyat AS Terhadap Boeing
Kesepakatan antara Kementerian Pertahanan RI dan Boeing diteken pada 2023 saat Prabowo Subianto masih menjabat Menteri Pertahanan, dengan nilai strategis besar karena menyangkut modernisasi kekuatan udara nasional.
Namun hingga memasuki tahun ketiga, kontrak pembelian tersebut tak kunjung berjalan dan masih bergantung pada persetujuan pemerintah Amerika Serikat.
“Dalam hal kemitraan (F-15) kami dengan Indonesia, ini bukan lagi kampanye aktif bagi kami,” kata Wakil Presiden Pengembangan Bisnis dan Strategi Boeing Defense, Bernd Peters, kepada wartawan di sela Singapore Airshow, Selasa (3/2/2026).
Baca Juga:
Dari Moncong Hingga Sayap, Inilah 5 Detail Pembeda Boeing dan Airbus
Pernyataan itu menandai perubahan sikap penting dari Boeing yang sebelumnya secara terbuka mempromosikan F-15EX sebagai tulang punggung masa depan TNI AU.
Dikutip dari Reuters, Peters menolak membeberkan alasan detail di balik penghentian kampanye tersebut.
“Pertanyaan lebih lanjut sebaiknya diarahkan kepada pemerintah Amerika Serikat dan Indonesia,” ujar Peters.