WAHANANEWS.CO - Di tengah memanasnya konflik dengan Iran, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengklaim militer AS diam-diam menjalankan operasi khusus yang berhasil mengawal lebih dari 100 juta barel minyak melewati Selat Hormuz, jalur strategis yang sempat diblokade Teheran.
Trump menyebut operasi tersebut memungkinkan lebih dari 200 kapal komersial melintasi Selat Hormuz dengan aman meski kawasan itu berada dalam situasi konflik yang meningkat.
Baca Juga:
Diskon Tambah Daya Listrik Hingga 50 Persen Resmi Dibuka, Berlaku Sampai 23 Juni
Dalam pernyataan yang diunggah melalui platform Truth Social, Trump mengungkapkan bahwa dirinya telah memerintahkan militer AS menjalankan misi rahasia untuk mendukung pelayaran kapal tanker minyak dan kapal komersial lainnya.
“Bulan lalu, saya memerintahkan militer AS yang hebat untuk melaksanakan misi rahasia untuk mendukung kapal tanker minyak dan kapal komersial lainnya melintasi Selat Hormuz,” kata Trump, Kamis (11/6/2026).
Menurut Trump, operasi tersebut telah menghasilkan kelancaran distribusi energi global dengan memastikan pasokan minyak tetap dapat memasuki pasar internasional.
Baca Juga:
Sindikat Curanmor di Jakarta Pusat Dibongkar, Tiga Pelaku Ditangkap dan Satu Buron
“Hari ini, saya dengan senang hati mengumumkan bahwa upaya ini telah membuat lebih dari 100 JUTA barel minyak berhasil melewati Selat itu, dan masuk ke pasar terbuka,” klaimnya.
“Lebih dari 200 kapal komersial telah berhasil melewati Selat itu dengan selamat,” sambung Trump.
Iran sebelumnya diketahui membatasi akses di Selat Hormuz sebagai respons atas serangan besar-besaran yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel sejak akhir Februari 2026.
Pembukaan kembali Selat Hormuz menjadi salah satu tuntutan utama pemerintahan Trump dalam upaya mencapai kesepakatan damai dengan Teheran.
Trump bahkan menegaskan bahwa jalur pelayaran strategis tersebut kini berada di bawah kendali Amerika Serikat, bukan Iran.
“Upaya yang sangat sukses ini terjadi karena AMERIKA SERIKAT MENGONTROL Selat Hormuz – BUKAN Iran. Militer mereka telah dikalahkan, dan perekonomian mereka hancur. Ini sudah berakhir untuk Iran,” tegasnya.
Sementara itu, militer Amerika Serikat melalui Komando Pusat AS (CENTCOM) membantah pernyataan Iran yang mengklaim Selat Hormuz telah ditutup sepenuhnya untuk seluruh aktivitas pelayaran.
Dalam unggahan melalui platform X, CENTCOM menyatakan kapal-kapal komersial masih terus melintasi jalur tersebut meskipun ketegangan kawasan meningkat.
“KEBENARAN: Kapal-kapal komersial terus melintas masuk dan keluar Selat Hormuz malam ini,” tegas CENTCOM.
Pernyataan tersebut muncul setelah markas besar militer Iran, Khatam al-Anbiya, mengumumkan penutupan penuh Selat Hormuz bagi seluruh kapal tanker maupun kapal komersial dengan alasan kondisi keamanan yang tidak kondusif.
Menurut Khatam al-Anbiya, kebijakan itu diambil sebagai respons terhadap apa yang mereka sebut sebagai agresi Amerika Serikat yang terus berlanjut serta serangan terbaru Washington terhadap wilayah selatan Iran.
Dalam pernyataan yang disiarkan televisi pemerintah Iran, Khatam al-Anbiya juga memperingatkan bahwa setiap aktivitas pelayaran yang melintasi Selat Hormuz berpotensi menjadi sasaran serangan.
“Setiap pergerakan” melintasi Selat Hormuz akan menjadi target serangan, demikian peringatan yang disampaikan militer Iran.
[Redaksi: Rinrin Khaltarina]