Berbeda dengan klinik fertilitas resmi yang memiliki regulasi ketat, donor sperma ilegal berpotensi menimbulkan sengketa mengenai hak asuh maupun keterlibatan donor dalam kehidupan anak di masa depan.
Masalah lain yang menjadi perhatian serius adalah potensi meningkatnya risiko hubungan sedarah yang tidak disengaja.
Baca Juga:
KPK Ungkap Dugaan Jatah Rp100 Juta per Pekan untuk Silmy Karim dari Pengurusan Izin Tinggal WNA
Tanpa pembatasan jumlah keluarga penerima donor, seorang donor dapat memiliki ratusan anak biologis yang tersebar di wilayah yang sama.
Kondisi tersebut dikhawatirkan meningkatkan kemungkinan terjadinya hubungan antara saudara tiri yang tidak mengetahui hubungan biologis mereka.
Sebagai perbandingan, regulasi resmi di Inggris menetapkan bahwa sperma dari satu donor hanya boleh digunakan maksimal oleh 10 keluarga untuk mengurangi risiko tersebut.
Baca Juga:
Bukan Soal Nilai atau IQ, Ini 7 Ciri Orang Cerdas yang Jarang Disadari
Maraknya fenomena donor sperma ilegal melalui media sosial pun kembali memunculkan perdebatan mengenai pentingnya pengawasan, regulasi, dan perlindungan hukum dalam layanan reproduksi berbantu.
[Redaktur: Rinrin Khaltarina]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.