"Ini kemungkinan dimaksudkan untuk meluncurkan KN23 versi Angkatan Laut, yang telah mereka akui sebagai sistem pengiriman hulu ledak nuklir versi padat," sebut pengamat pada Carnegie Endowment for International Peace, Ankit Panda, merujuk pada rudal SLBM jarak pendek yang pernah diuji coba Korut.
Dalam analisis terpisah, peneliti senior pada Missile Defense Advocacy Alliance, Tal Inbar, mengatakan bahwa ukuran besar kapal selam terbaru Korut itu mengindikasikan adanyanya ruang untuk rudal balistik dan rudal jelajah.
Baca Juga:
Rudal Baru Rusia Oreshnik: Jadi Sorotan Dunia Tidak Dapat Dilacak, Dicegat atau Dihancurkan
"Tidak akan lama lagi kita akan melihatnya meluncurkan rudal," sebutnya.
[Redaktur: Elsya Tri Ahaddini]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.