Meskipun gencatan senjata antara Israel dan Hizbullah telah dicapai pada November 2024 setelah eskalasi konflik yang dipicu perang di Gaza, situasi keamanan di wilayah tersebut masih belum stabil.
Israel dilaporkan masih terus melancarkan serangan hampir setiap hari terhadap target yang diduga terkait dengan kelompok Hizbullah.
Baca Juga:
DPR Nyalakan Mode Hemat, Layanan Dewan Dijamin Tetap Optimal
Pihak Israel menuding Hizbullah tidak mematuhi kesepakatan gencatan senjata yang mengharuskan kelompok tersebut untuk melucuti senjata dan meninggalkan posisi di wilayah selatan Lebanon.
Israel juga menilai bahwa UNIFIL dan militer Lebanon belum cukup tegas dalam menyingkirkan keberadaan milisi di kawasan tersebut.
Sejak diberlakukannya gencatan senjata, Kementerian Kesehatan Lebanon melaporkan sedikitnya 1.238 orang tewas, termasuk 124 anak-anak akibat konflik yang terus berlanjut.
Baca Juga:
Penyidikan Kian Dalam, KPK Bidik Pengusaha Rokok dalam Kasus Bea Cukai
Sebelumnya, pada awal bulan ini, empat tentara asal Ghana yang juga tergabung dalam UNIFIL dilaporkan mengalami luka-luka setelah markas mereka menjadi sasaran serangan bom.
“Serangan terhadap setiap prinsip yang dijaga Piagam PBB,” ujar Menteri Luar Negeri Ghana, Samuel Okudzeto Ablakwa.
[Redaktur: Elsya Tri Ahaddini]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.