WahanaNews.co | Singapura mencatat 104 kasus Omicron baru pada Minggu (26/12/2021), sehingga kini terdapat total 650 kasus Covid-19 Omicron di Singapura, setelah sebelumnya total 546 kasus terkonfirmasi hingga Sabtu (25/12/2021).
Sebagaimana dimuat Channel News Asia (CNA) dari website Kementerian Kesehatan, infeksi baru Omicron yang terkonfirmasi terdiri dari 73 kasus impor dan 31 kasus lokal. Singapura mengaku mendapat banyak kasus Omicron karena penyebarannya yang tinggi di sejumlah negara dan wilayah.
Baca Juga:
Jaksa Agung: Pengoplosan Pertamax di Masa Pandemi Bisa Berujung Hukuman Mati
"Mengingat tingkat penularannya yang tinggi, hanya masalah waktu sebelum varian Omicron menyebar di komunitas kami," kata Kementerian Kesehatan Singapura.
"Penting bagi semua orang untuk terus memainkan peran mereka dan tetap waspada untuk mengurangi penyebaran Covid-19, dan maju untuk menerima vaksinasi atau dosis booster saat ditawarkan," tambah lembaga itu.
Pemerintah juga mengatakan tidak akan memberi perawatan khusus bagi mereka yang terkonfirmasi Omicron. Kasus akan sama pendekatannya dengan Covid-19 jenis lain, diisolasi di rumah atau fasilitas kesehatan yang tersedia tergantung presentasi klinis pasien.
Baca Juga:
Kejagung Didesak Tetapkan Mantan Bupati Samosir Tersangka Dugaan Korupsi Dana Covid
"Bukti internasional menunjukkan bahwa varian Omicron cenderung lebih menular tetapi tidak separah varian Delta. Dan bahwa vaksin, terutama booster, mempertahankan perlindungan substansial terhadap rawat inap yang disebabkan oleh Omicron," kata Kementerian Kesehatan.
Singapura mengkonfirmasi dua kasus Omicron pertamanya pada 6 Desember, keduanya merupakan kasus impor. Pada 14 Desember, negeri ini melaporkan dua kasus Omicron lokal pertama yang dikonfirmasi, semuanya adalah anggota staf layanan penumpang di Bandara Changi.
Omicron kini terdeteksi di 110 negara, terutama Afrika dan Eropa.