Permintaan tersebut memicu penelusuran internal yang akhirnya membuka fakta mengejutkan bahwa pesawat tersebut memang masih terdaftar sebagai aset Air India.
“Meski pelepasan pesawat tua bukanlah hal baru, kasus yang satu ini berbeda,” kata Kepala Eksekutif Air India Campbell Wilson dalam pesan internal perusahaan.
Baca Juga:
Pesawat Ditembaki di Papua, IPI Minta Prabowo Turun Tangan
“Karena ini adalah pesawat yang bahkan baru kami ketahui sebagai milik kami dalam waktu dekat ini,” lanjut Wilson dalam pernyataan yang dikutip luas media-media India.
Wilson menjelaskan bahwa pesawat tersebut luput dari pencatatan akibat proses restrukturisasi internal yang berlangsung panjang dan kompleks.
Pesawat itu awalnya dimiliki Indian Airlines sebelum merger dengan Air India pada 2007, kemudian sempat disewakan kepada India Post untuk operasional kargo.
Baca Juga:
Balita Kejang di Kabin Citilink, Dokter Penumpang Bergerak Cepat
Setelah masa sewa berakhir, pesawat dipensiunkan dan diparkir tanpa tindak lanjut yang jelas hingga perlahan menghilang dari ingatan institusi.
“Seiring waktu, pesawat itu hilang dari ingatan dan baru terungkap ketika rekan-rekan kami di Bandara Kolkata memberi tahu keberadaannya di area parkir yang sangat terpencil,” ujar Wilson.
Air India memastikan pesawat tersebut memang masih tercatat sebagai aset perusahaan meskipun tidak pernah muncul dalam dokumen penting saat proses privatisasi dan pengalihan kepemilikan kepada Tata Group pada 2022.