Ia mengklaim bahwa ucapannya murni merupakan bagian dari "teknik negosiasi" dan berjanji tidak lagi melakukan pembicaraan informal dengan Hun Sen, yang dikenal sebagai sekutu dekat ayahnya, Thaksin Shinawatra, mantan PM Thailand.
Untuk menjaga stabilitas pemerintahan, Wakil Perdana Menteri Phumtham Wechayachai ditunjuk sebagai pengganti sementara Paetongtarn.
Baca Juga:
ADB Danai Tambang Emas dan Tembaga Rp6,7 Triliun di Pakistan, Picu Kontroversi
Keputusan pemecatan ini berlangsung di tengah meningkatnya ketegangan antara Thailand dan Kamboja.
Konflik memanas sejak insiden baku tembak di wilayah sengketa Segitiga Zamrud pada Mei lalu, yang menewaskan seorang tentara Kamboja.
Sejak itu, hubungan diplomatik kedua negara terus memburuk. Kamboja membatasi impor bahan bakar, buah, dan sayuran dari Thailand serta melarang penayangan film dan acara televisi asal negeri gajah putih.
Baca Juga:
PM Jepang Ishiba Desak Gencatan Senjata dan Perdamaian Berkelanjutan di Ukraina
Sebagai balasan, Thailand menutup perbatasannya dan memperpendek masa berlaku visa warga Kamboja.
Situasi semakin genting setelah terjadi ledakan ranjau di perbatasan yang memicu perang singkat antara kedua negara.
Pertempuran akhirnya dihentikan setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump turun tangan sebagai mediator dan mendorong gencatan senjata.