WAHANANEWS.CO - Suasana makan malam elite di Washington DC mendadak berubah mencekam setelah penembakan terjadi saat Presiden Amerika Serikat Donald Trump menghadiri White House Correspondents' Dinner, memicu proses evakuasi darurat terhadap Trump, Wakil Presiden JD Vance, dan para pejabat tinggi lainnya.
Insiden itu terjadi pada Sabtu (25/4/2026) malam waktu setempat di Hotel Hilton Washington DC, lokasi acara tahunan yang dihadiri pejabat pemerintahan, tokoh politik, dan media nasional Amerika Serikat.
Baca Juga:
Polsek Longkip himbau peserta didik gunakan media sosial dan hindari hoax
Sumber keamanan menyebut Trump berada dalam kondisi aman usai insiden tersebut, sementara anggota kabinet yang hadir juga langsung diamankan oleh aparat Secret Service.
Sejumlah agen Secret Service terdengar berteriak memberi peringatan soal penembakan, lalu mengumumkan melalui radio bahwa pelaku berhasil ditangkap.
Trump kemudian mengonfirmasi penangkapan itu melalui platform Truth Social miliknya.
Baca Juga:
Penembakan di Washington Hilton, Trump Dievakuasi Usai Tembakan Terdengar
"Saya telah merekomendasikan agar kita 'BIARKAN ACARA BERLANJUT' tetapi, akan sepenuhnya mengikuti arahan Penegak Hukum," ujar Trump.
Juru Bicara Dinas Rahasia AS Anthony Guglielmi menyebut Presiden dan Ibu Negara dalam keadaan aman bersama seluruh pihak yang mendapat perlindungan.
"Presiden dan Ibu Negara aman bersama semua orang yang dilindungi. Satu orang ditahan. Kondisi mereka yang terlibat belum diketahui, dan penegak hukum secara aktif menilai situasi tersebut," ujarnya.
Dalam kejadian itu, seorang petugas Secret Service dilaporkan terkena tembakan pada perlengkapan pelindungnya dan langsung dilarikan ke rumah sakit setempat.
Petugas tersebut diperkirakan selamat, sementara pelaku bersenjata telah diamankan di lokasi kejadian.
Pelaku diidentifikasi sebagai Cole Tomas Allen (31), pria asal California yang disebut sebagai guru sekaligus pengembang gim video.
Trump juga mengunggah foto saat Allen ditangkap, memperlihatkan pria tersebut dibekuk petugas keamanan di lantai hotel.
Kepala Kepolisian Metropolitan sementara Jeffery Carroll mengatakan tersangka diyakini merupakan tamu hotel tempat acara berlangsung.
"Informasi awal. Kami yakin dia adalah tamu di hotel ini," katanya dalam konferensi pers.
Polisi juga mengamankan satu kamar yang diduga digunakan tersangka, sementara motif penembakan masih terus diselidiki.
Trump muncul kembali dalam konferensi pers usai dievakuasi dan menyebut jabatan Presiden Amerika Serikat sebagai pekerjaan yang sangat berbahaya.
"Dengar, saya di sini untuk melakukan pekerjaan. Itu bagian dari pekerjaan. Ini berbahaya, saya tidak bisa membayangkan ada profesi yang lebih berbahaya. Tapi saya mencintai negara ini, dan saya sangat bangga. Saya sangat bangga dengan pekerjaan yang telah kami lakukan," ucap Trump.
Trump menduga pelaku bertindak seorang diri atau lone wolf, meski aparat masih terus mendalami kasus tersebut.
"Mereka tampaknya berpikir dia adalah serigala tunggal. Dan saya juga merasakan hal itu," ucapnya.
Pelaksana Tugas Jaksa Agung Todd Blanche menyebut tersangka diduga menargetkan anggota administrasi Trump, meski belum dijelaskan siapa target spesifik yang dimaksud.
"Tampaknya tersangka menargetkan anggota administrasi. Kami belum memiliki detail spesifik tentang anggota administrasi tertentu, kecuali bahwa kami memahami bahwa itu adalah tujuan dan targetnya," kata Blanche, Minggu (26/4/2026).
Trump juga menyebut pelaku menulis manifesto berisi kebencian terhadap umat Kristen dan memiliki masalah serius.
"Orang itu orang sakit. Ketika Anda membaca manifestonya, dia membenci orang Kristen," kata Trump.
[Redaktur: Rinrin Khaltarina]