WAHANANEWS.CO - Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak menegaskan TNI tidak memiliki tugas khusus untuk menangani kasus begal, namun kehadiran prajurit di tengah masyarakat dinilai membuat pelaku kejahatan tersebut mengurungkan niatnya beraksi.
Pernyataan itu disampaikan Maruli usai mengikuti rapat kerja bersama Komisi I DPR pada Rabu (10/6/2026).
Baca Juga:
Diduga Dipicu Bullying, Pelajar di Padang Belajar Rakit Bom Secara Autodidak Selama Empat Bulan
"Enggak, siapa yang ngurus begal? Nggak ada yang ngurus begal. Begal itu jadi takut karena ada tentara, gitu lho. Bukan ngurus-ngurusin. Ada tentaranya di tempat situ, karena ada begal, liat tentara, nggak jadi. Kayak gitu," ujar Maruli.
Menurutnya, TNI selama ini lebih banyak terlibat dalam pekerjaan yang belum dapat dijangkau secara optimal oleh kementerian atau lembaga lain, termasuk dalam program yang berkaitan dengan pengelolaan sampah, pertanian, hingga pembangunan di wilayah terpencil.
Maruli menjelaskan keterlibatan TNI biasanya dilakukan pada pekerjaan yang memiliki tingkat kesulitan tinggi, terutama di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Baca Juga:
Kronologi ASN BPN Nias Tewas Lompat dari Apartemen, Berawal dari Open BO hingga Dugaan Pemerasan
"Lihat Juga" dihapus.
Ia mencontohkan sejumlah proyek pembangunan di daerah terpencil yang membutuhkan dukungan transportasi dan mobilisasi khusus sehingga memerlukan bantuan dari TNI.
"Karena nilai project-nya nggak besar, tapi pekerjaannya perlu transportasi yang luar biasa," kata dia.