"Maka dari itu, kami memutuskan (vaksinasi) tidak hanya dilakukan pada sektor pendidikan, tetapi juga sektor publik," tambah Khairy.
Direktur Jenderal Departemen Layanan Umum Malaysia juga telah mengeluarkan surat edaran yang mewajibkan seluruh pegawai negeri sipil (PNS) di negara itu untuk divaksinasi mulai November.
Baca Juga:
Malaysia Cabut BMAD Serat Selulosa Asal Indonesia, Kemendag RI Prediksi Ekspor ke Malaysia Meningkat
Pemerintah Malaysia juga berencana memberikan vaksin booster bagi masyarakat yang membutuhkan.
Khairy mengatakan, masyarakat yang membutuhkan vaksin booster untuk umrah dan memenuhi ketentuan perjalanan suatu negara dapat meminta vaksin tersebut ke Kementerian Kesehatan Malaysia.
"Pendaftarannya bisa dilakukan di MySejahtera. Mungkin pada bulan ini kami akan membagikan (vaksin) booster kepada masyarakat yang bepergian ke luar negeri," kata Khairy lagi.
Baca Juga:
ABK Kapal Kayu di Batam Bawa Sabu dari Malaysia, Jika Sampai Jakarta Dibayar Rp300 Juta
Pekan lalu, Perdana Menteri Ismail Sabri Yaakob mengatakan Malaysia tengah bersiap hidup berdampingan dengan Covid-19.
Ia menuturkan ketika fase new normal berlaku, Covid-19 akan dianggap sebagai penyakit endemik lain seperti flu biasa.
Ismail Sabri mengatakan pemerintah tidak akan memberlakukan penutupan wilayah (lockdown) lagi ketika fase new normal berlaku meski kasus infeksi Covid-19 meningkat.