WAHANANEWS.CO, Jakarta - Malaysia bersiap menghadapi potensi kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) yang diperkirakan terjadi mulai Juni 2026, seiring dampak konflik geopolitik di Timur Tengah terhadap pasokan energi global.
Menteri Ekonomi Malaysia Akmal Nasrullah Mohd Nasir mengatakan periode Juni hingga Juli akan menjadi fase krusial dalam menjaga ketersediaan energi nasional.
Baca Juga:
Pemerintah Aceh Pastikan Pelayanan Publik Tetap Berjalan Selama WFH ASN Jumat
"Juni dan Juli akan menjadi periode yang sangat kritis untuk memastikan pasokan bahan bakar tetap tersedia," ujarnya, melansir Bloomberg.
Ia menambahkan ketersediaan bahan baku lain berbasis minyak dan gas, termasuk untuk industri farmasi dan alat kesehatan, juga perlu dijaga.
Sinyal kewaspadaan ini sebelumnya telah disampaikan Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim yang menyebut ketidakpastian pasokan energi bisa mulai terasa pada Juni. Hal ini menegaskan kerentanan Malaysia terhadap tekanan krisis energi global.
Baca Juga:
WFH ASN Diawasi Publik, Bima Arya: Silakan Viralkan Pelanggaran
Meski demikian, pemerintah setempat memastikan pasokan energi masih dalam kondisi aman untuk jangka pendek. Akmal menyebut ketersediaan BBM untuk April dan Mei masih stabil, namun tantangan utama akan muncul setelahnya.
Untuk mengantisipasi hal tersebut, pemerintah mulai mengambil langkah diversifikasi sumber pasokan energi serta memperkuat kerja sama dengan mitra dagang utama.
Di sisi lain, lonjakan permintaan di sejumlah wilayah sempat memicu gangguan sementara di beberapa stasiun pengisian bahan bakar. Namun, Wakil Menteri Perdagangan Dalam Negeri Fuziah Salleh menegaskan kondisi tersebut bersifat sementara dan sedang ditangani.