Insiden ini seketika menghentikan perayaan CSD, salah satu parade LGBTQ terbesar di Eropa yang memperingati Pemberontakan Stonewall 1969. Acara yang mulanya berlangsung damai dan dihadiri ratusan ribu orang tersebut berubah menjadi kepanikan massal.
"Ini adalah salah satu hari terburuk bagi komunitas queer dan hari yang paling saya harapkan tidak pernah terjadi. Saya sangat terkejut," ungkap Julian Miethig, salah satu peserta acara di lokasi.
Baca Juga:
Dihujani Teror Usai Bongkar Kasus Andrie Yunus, Ketua HMI Jabar Dapat Ancaman Mengerikan
Insiden Berulang
Aksi penabrakan massa menggunakan kendaraan menambah daftar panjang insiden keamanan serupa yang menghantam Jerman dalam beberapa tahun terakhir.
Pada Mei 2026, mobil menerjang area pejalan kaki yang menyebabkan 2 tewas dan 3 luka berat, di Leipzig. Pelaku diduga mengalami masalah kesehatan mental.
Baca Juga:
Catut Nama Polisi, Penelepon Misterius Teror Guru Besar FH UGM
Pada 2025 lalu, ada dua insiden di Mannheim dan Munich. Pria 40 tahun dengan gangguan psikologis menabrak pejalan kaki dan menyebabkan 2 tewas di Mannheim. Sementara itu, warga Afganistan menabrak demonstrasi serikat buruh yang menyebabkan 2 tewas dan lebih dari 40 40 luka-luka di Munich.
Pada Desember 2024, Serangan penabrakan di Pasar Natal oleh seorang psikiater asal Arab Saudi menyebabkan beberapa orang tewas di Magdeburg.
[Redaktur: Alpredo Gultom]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.