"Rudal ini dapat menghindari sistem THAAD dan Patriot buatan AS," ujar Aziz, Minggu (15/6/2025), dikutip dari First Post.
THAAD selama ini dikenal sebagai salah satu pertahanan rudal anti-balistik paling canggih untuk menghadapi ancaman jarak menengah.
Baca Juga:
Perang Lawan AS-Israel, Diam-diam China Bantu Iran
Sementara itu, kantor berita Tasnim menyebut rudal Haj Qassem dilengkapi sistem navigasi inersia canggih, sehingga tidak bergantung pada GPS dan mampu mengenai target dengan presisi tinggi, bahkan dalam situasi peperangan elektronik.
Rudal tersebut juga bisa mengenali dan memilih target spesifik di antara beberapa pilihan.
Spesifikasi rudal Haj Qassem
Baca Juga:
Drone Rusia Hantam Kedutaan Qatar di Ukraina
Rudal balistik ini memiliki panjang sekitar 11 meter dan berat tujuh ton. Ia mampu membawa hulu ledak seberat 500 kilogram dan memiliki jangkauan hingga 1.200 kilometer.
Senjata ini dilengkapi MaRV (maneuverable reentry vehicle), sistem pencari optik dan inframerah, serta navigasi inersia.
Saat masuk atmosfer kecepatannya mencapai Mach 11 dan saat menghantam target, kecepatannya tetap mematikan di kisaran Mach 5.