WahanaNews.co, Tel Aviv - Walaupun pertempuran terus berkecamuk, pemerintah Israel menggunakan insentif keuangan untuk mendorong penduduknya agar kembali ke pemukiman di sekitar Gaza yang menjadi sasaran serangan oleh pejuang Qassam selama Operasi Banjir Al-Aqsa pada 7 Oktober.
Menurut laporan dari lembaga penyiaran publik Israel, KAN, sebuah keluarga yang terdiri dari orang tua dan tiga anak dapat menerima 21.000 Shekel (setara dengan Rp 87,5 Juta) setiap bulan sebagai dorongan untuk kembali ke pemukiman yang berjarak antara 4 hingga 7 kilometer dari Gaza.
Baca Juga:
Israel Bergejolak: 100 Ribu Warga Turun ke Jalan Tolak Serangan ke Gaza
Data resmi Israel menyebutkan bahwa sekitar 126.000 warga Israel telah dievakuasi dari rumah mereka di bagian selatan dan utara negara tersebut selama konflik di Gaza dengan Hamas dan di perbatasan Lebanon dengan Hizbullah.
Pemerintah Israel berencana memberikan bantuan keuangan kepada keluarga yang bersedia kembali ke rumah mereka yang berdekatan dengan Jalur Gaza.
Sebagai contoh, sebuah keluarga dengan anggota terdiri dari orang tua dan tiga anak dapat menerima 21.000 Shekel (Rp 87,5 Juta) setiap bulan sebagai insentif.
Baca Juga:
Hari Berdarah di Gaza, Netanyahu Tegaskan Perang Akan Berlanjut
Menurut penyiaran publik Israel, KAN, Kementerian Pertahanan Israel telah mengeluarkan keputusan untuk mendorong keluarga-keluarga Israel yang tinggal di pemukiman berjarak 4 hingga 7 kilometer dari Gaza dengan bantuan keuangan, yang besarnya disesuaikan dengan jumlah anggota keluarga.
Melansir The Cradle-Anadolu, setelah dimulainya pertempuran pada 7 Oktober, otoritas militer Israel melakukan evakuasi seluruh pemukim Israel di sekitar Gaza dan menempatkannya di Israel tengah dengan biaya pemerintah Israel.
KAN mencatat bahwa bantuan keuangan tersebut juga mencakup penduduk kota Sderot, di mana setiap orang dewasa berhak menerima pembayaran harian sebesar 200 Shekel (setara dengan Rp 831 ribu), dan setiap anak mendapatkan pembayaran harian sebesar 100 Shekel (setara dengan Rp 415 ribu).