Untuk kepentingan pengamanan dan penelitian lanjutan, obyek tersebut sementara waktu telah dipindahkan ke Kantor Polisi Nenasi oleh petugas dari lembaga terkait.
Pihak kepolisian dan instansi berwenang juga mengimbau masyarakat agar segera melapor jika menemukan benda serupa di lokasi lain.
Baca Juga:
Pimpinan Lembaga Antikorupsi Malaysia Terseret Dugaan Pelanggaran Saham
“Kerja sama masyarakat sangat diperlukan untuk memastikan penanganan dapat dilakukan dengan cepat dan aman,” kata Mohd Zaidi.
Penemuan fragmen yang diduga berasal dari luar angkasa ini bukanlah peristiwa pertama yang terjadi di kawasan Asia Tenggara.
Dalam rentang waktu 2018 hingga 2022, tercatat sedikitnya tiga satelit milik China jatuh ke Bumi dan pecahannya ditemukan di berbagai lokasi.
Baca Juga:
BNPP Akui 3 Desa di Nunukan Masuk Malaysia Saat Rapat DPR
Sebagian puing satelit tersebut dilaporkan jatuh di perairan Samudra Pasifik dan Samudra Hindia.
Beberapa bagian bahkan sempat terdeteksi mengambang di wilayah perairan Sarawak, Malaysia, serta Kalimantan, Indonesia.
[Redaktur: Elsya Tri Ahaddini]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.