Ia menegaskan bahwa setiap perjanjian yang dihasilkan nantinya harus menjamin perlindungan hak-hak rakyat, menjaga keutuhan wilayah, serta memperkuat kedaulatan negara.
Dalam kesempatan yang sama, Aoun juga menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak internasional yang telah berkontribusi dalam meredakan ketegangan dan mendorong terciptanya gencatan senjata.
Baca Juga:
Trump Tuduh Iran Langgar Kesepakatan Gencatan Senjata: Deal atau Hancur!
Lebih lanjut, Aoun menekankan bahwa tidak ada satu pun kesepakatan yang akan mengorbankan wilayah Lebanon.
Ia juga menegaskan bahwa proses negosiasi yang tengah berlangsung bukanlah bentuk kelemahan ataupun konsesi politik, melainkan langkah strategis untuk mencapai stabilitas dan perdamaian yang berkelanjutan.
Gencatan senjata ini sendiri tercapai setelah Lebanon dan Israel menggelar pembicaraan langsung pertama mereka dalam beberapa dekade di Washington, D.C..
Baca Juga:
Pasukan Perdamaian Diserang, PBB Desak Penghormatan Gencatan Senjata
Meski demikian, langkah tersebut tidak sepenuhnya diterima positif oleh seluruh kalangan, karena sebagian masyarakat Lebanon masih meragukan efektivitas dan keberlanjutannya.
Aoun kembali menegaskan bahwa prioritas utama pemerintahannya adalah menghentikan agresi Israel secara menyeluruh.
Selain itu, ia juga menekankan pentingnya memastikan penarikan pasukan Israel dari wilayah Lebanon serta memperluas kontrol pemerintah pusat atas seluruh teritori negara.