Menurutnya, ada implikasi politik yang mendalam untuk mendapatkan akses inspeksi di sana karena PLTN itu milik Ukraina, tetapi masih di bawah kendali pasukan Rusia.
Dia juga menyinggung laporan tentang rudal yang terbang di atas reaktor nuklir di PLTN itu.
Baca Juga:
Perang Lawan Iran Belum Ada Tanda-tanda Reda, Israel Rugi Rp49 Triliun per Pekan
Grossi menegaskan, integritas fisik fasilitas nuklir tak bisa ditawar dan mutlak harus dilindungi.
Menurut perusahaan listrik Ukraina, Energoatom, PLTN Zaporozhe telah beralih sebatas memproduksi listrik untuk digunakan sendiri setelah mengalami kerusakan pada saluran eksternal.
Peristiwa itu terjadi ketika Badan Energi Atom Internasional (IAEA) melanjutkan upaya untuk mendapatkan akses bagi para inspekturnya.
Baca Juga:
Konflik Meluas, Rudal Kheybar Shekan Kini Sasar Kantor PM Netanyahu
Pada penjelasan terbaru pada Kamis, Energoatom merujuk kerusakan pada saluran tegangan tinggi 330 kV di wilayah selatan Ukraina.
Kapasitas bangkitan lalu dipindahkan untuk memastikan pengoperasian sistem tenaga yang berkelanjutan, yang hanya menyediakan kebutuhannya sendiri.