"Komunitas internasional harus bersatu dengan satu suara untuk menolak tindakan semacam itu," kata Juru Bicara OHCHR, Ravina Shamdasani.
Lebih lanjut, Shamdasani memperingatkan bahwa intervensi militer tersebut mengirimkan sinyal berbahaya bagi dunia internasional.
Baca Juga:
Penarikan AS dari Badan PBB Tuai Respons Keras Sekjen PBB
Menurutnya, tindakan itu seolah menunjukkan bahwa negara-negara kuat dapat bertindak secara sepihak tanpa konsekuensi, yang pada akhirnya membuat kondisi global semakin tidak aman.
OHCHR juga menegaskan bahwa masa depan Venezuela sepenuhnya harus ditentukan oleh rakyat negara tersebut, bukan melalui tekanan atau intervensi dari pihak luar.
Lembaga PBB itu mengingatkan bahwa meningkatnya ketidakstabilan politik dan militerisasi berpotensi memperburuk kondisi hak asasi manusia serta memperpanjang penderitaan masyarakat sipil di Venezuela.
Baca Juga:
Indonesia Resmi Jabat Presiden Dewan HAM PBB 2026, Bertepatan 20 Tahun Berdirinya UNHRC
[Redaktur: Ajat Sudrajat]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.