Upaya pencarian juga didukung dari udara oleh seorang ahli biologi negara bagian yang tengah melakukan survei tahunan populasi rusa menggunakan helikopter, jelas Van Hoose.
“Kami juga menghubungi pawang anjing pemburu untuk melacak jejak aroma singa gunung, dan metode ini sangat efektif untuk menemukan satwa tersebut,” kata Van Hoose.
Baca Juga:
Orangutan Tapanuli Kian Terdesak, Habitat Terpecah dan Populasi Nyaris Punah
Salah satu singa gunung ditembak di lokasi kejadian, namun hewan tersebut sempat melarikan diri sebelum akhirnya ditemukan kembali dan ditembak hingga mati.
Seekor singa gunung lain yang berada di sekitar lokasi kejadian juga dibunuh sesuai kebijakan negara bagian yang mewajibkan eutanasia terhadap satwa liar yang terlibat dalam serangan terhadap manusia.
Van Hoose menuturkan singa gunung merupakan hewan yang sangat teritorial sehingga besar kemungkinan hanya satu individu yang terlibat langsung dalam serangan tersebut.
Baca Juga:
Bandung Barat Geger, Macan Tutul Jawa Kabur dari Lembang Park and Zoo
Kedua bangkai singa gunung akan menjalani pemeriksaan nekropsi oleh ahli patologi untuk mendeteksi kemungkinan penyakit neurologis seperti rabies serta keberadaan DNA manusia.
Sementara itu, kantor koroner Larimer County akan merilis identitas korban dan penyebab resmi kematiannya setelah proses pemeriksaan selesai.
“Sejak 1990, hanya ada 28 serangan singa gunung yang tercatat di Colorado, dan kematian terakhir terjadi pada 1999,” kata Van Hoose.