WAHANANEWS.CO, Jakarta - Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un secara terbuka memuji aksi bunuh diri tentaranya di medan perang. Hal ini menandai pengakuan eksplisit atas doktrin militer Pyongyang yang selama ini hanya diduga.
Pujian tersebut disampaikan saat peresmian kompleks monumen baru yang menggambarkan tentara Korea Utara dan Rusia bertempur bersama.
Baca Juga:
Ucapan Paskah dari Prabowo Tuai Apresiasi Putin dalam Pertemuan Bilateral
Dalam pidatonya, Kim menyebut pasukan yang memilih kematian daripada ditangkap sebagai simbol loyalitas tertinggi.
"Mereka yang tanpa ragu memilih untuk meledakkan diri telah menunjukkan bentuk pengabdian paling tinggi," ujar Kim, seperti dikutip media pemerintah KCNA, Kamis (30/4/2026).
Kompleks tersebut berdiri di pinggiran ibu kota dan berfungsi sebagai kombinasi pemakaman dan museum. Kim terlihat berjalan melewati deretan makam baru sebelum berlutut dan menaburkan tanah ke salah satu liang.
Baca Juga:
Trump Buka Peluang Negosiasi dengan Iran di Tengah Perang, Tapi Ada Syaratnya
Di dalamnya, patung perunggu, dinding marmer hitam berisi nama korban, serta pajangan peninggalan militer memperkuat narasi bahwa kematian para tentara merupakan bentuk kepahlawanan.
Media pemerintah Korea Utara dalam beberapa bulan terakhir juga merilis laporan rinci tentang kematian para prajurit. Beberapa di antaranya menggambarkan tentara meledakkan granat saat terkepung atau mengakhiri hidup setelah terluka untuk menghindari penangkapan.
Selama bertahun-tahun, praktik ini dilaporkan oleh badan intelijen dan pembelot, namun belum pernah dikonfirmasi langsung oleh Pyongyang. Pernyataan Kim kini mempertegas bahwa doktrin tersebut memang didukung di level tertinggi.