Pernyataan itu muncul di tengah meningkatnya ketegangan yang belum sepenuhnya mereda sejak konflik Gaza meletus pada 7 Oktober 2023.
Israel diketahui telah melemahkan kemampuan militer Hizbullah melalui serangkaian serangan, termasuk operasi yang menargetkan tokoh-tokoh penting kelompok tersebut.
Baca Juga:
Gencatan Senjata Baru Seumur Jagung, Israel Serang Beirut hinggaTewaskan 112 Orang
Pada 2024, Israel menewaskan pemimpin sebelumnya, Hassan Nasrallah, dalam serangan udara di wilayah pinggiran Beirut.
Serangan tersebut menjadi puncak dari konflik yang bermula ketika Hizbullah menyerang posisi Israel di perbatasan sebagai bentuk dukungan terhadap kelompok militan Palestina, Hamas.
Setelah kematian Nasrallah, Hizbullah kemudian menunjuk Qassem sebagai pemimpin baru, mengingat perannya yang telah lebih dari tiga dekade menjadi figur penting dalam organisasi tersebut.
Baca Juga:
Dituding Penjahat Perang, Trump Ngamuk dan Ancam Hancurkan Iran
Hizbullah sendiri didirikan pada 1982 oleh kelompok militan Muslim Syiah di Lebanon dengan dukungan Iran melalui Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) untuk melawan pendudukan Israel di Lebanon selatan.
[Redaktur: Elsya Tri Ahaddini]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.