Meski demikian, Macron menegaskan bahwa pendekatan militer bukanlah solusi utama untuk menyelesaikan konflik yang terjadi.
“Saya tidak percaya situasi akan selesai hanya dengan pengeboman atau operasi militer,” katanya.
Baca Juga:
Blokade Hormuz Melunak, Harga Minyak Brent Rontok di Bawah 100 Dollar
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya menghormati kedaulatan rakyat dalam menentukan arah perubahan politik di suatu negara.
Menurutnya, stabilitas jangka panjang hanya dapat dicapai melalui dialog dan kesepakatan bersama, bukan melalui tekanan bersenjata.
Sebagai informasi, Selat Hormuz merupakan jalur yang dilalui sekitar 20 persen pasokan minyak dunia.
Baca Juga:
Krisis Timur Tengah Makin Gawat, Pasokan Minyak Dunia Hilang 14 Juta Barel per Hari
Gangguan di kawasan ini terjadi setelah konflik memanas di Iran, yang dipicu oleh serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari 2026.
Kondisi tersebut berdampak luas terhadap pasar global, termasuk lonjakan harga energi serta meningkatnya kekhawatiran terhadap stabilitas pasokan minyak dunia.
Sejumlah negara pun mulai mencari alternatif jalur distribusi untuk mengantisipasi gangguan berkepanjangan di Selat Hormuz.