Meski demikian, Macron menegaskan bahwa pendekatan militer bukanlah solusi utama untuk menyelesaikan konflik yang terjadi.
“Saya tidak percaya situasi akan selesai hanya dengan pengeboman atau operasi militer,” katanya.
Baca Juga:
Konflik Global Picu Krisis Energi, Rusia Prioritaskan Pasar Asia
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya menghormati kedaulatan rakyat dalam menentukan arah perubahan politik di suatu negara.
Menurutnya, stabilitas jangka panjang hanya dapat dicapai melalui dialog dan kesepakatan bersama, bukan melalui tekanan bersenjata.
Sebagai informasi, Selat Hormuz merupakan jalur yang dilalui sekitar 20 persen pasokan minyak dunia.
Baca Juga:
Drone Hantam Kapal di Selat Hormuz, Iran Klaim Target Terkait Israel
Gangguan di kawasan ini terjadi setelah konflik memanas di Iran, yang dipicu oleh serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari 2026.
Kondisi tersebut berdampak luas terhadap pasar global, termasuk lonjakan harga energi serta meningkatnya kekhawatiran terhadap stabilitas pasokan minyak dunia.
Sejumlah negara pun mulai mencari alternatif jalur distribusi untuk mengantisipasi gangguan berkepanjangan di Selat Hormuz.