"Kami tak akan bernegosiasi dengan teroris atau beristirahat sampai kami mengembalikan perdamaian ke seluruh warga Ekuador," kata Noboa, dikutip Al Jazeera.
Geng narkoba ini lalu merespons dengan mendeklarasikan perang dan mengancam akan mengeksekusi warga serta pasukan keamanan.
Baca Juga:
Napi Narkoba Bakal Terima Amnesti, Menkum: Hanya 700 Orang
Mereka juga memicu kerusuhan di penjara, ledakan di tempat umum, dan melancarkan serangan yang menewaskan setidaknya 14 orang.
Kemudian pada Selasa, kelompok kriminal itu menyerbu stasiun televisi dan menyandera sejumlah jurnalis.
Sehari setelahnya, pemerintah mengumumkan negara sedang berperang. Situasi ini memicu ketakutan warga termasuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Baca Juga:
ABK Kapal Kayu di Batam Bawa Sabu dari Malaysia, Jika Sampai Jakarta Dibayar Rp300 Juta
Melihat kondisi itu, pakar keamanan di Institut Ilmu Sosial Amerika Latin di Quito Fernando Carrion menilai sejumlah kelompok kriminal memberontak terhadap pendekatan keras terbaru dari presiden.
Ekuador sempat berencana akan memperketat keamanan semaksimal mungkin penjara bagi para gembong narkoba, demikian dikutip The Guardian.
[Redaktur: Sandy]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.