Selama menjadi presiden, Iran bergejolak. Pada 2022, protes berbulan-bulan terjadi di negara Timur Tengah ini.
Warga Iran ramai-ramai turun ke jalan memprotes kematian Masha Amini. Namun, demo ini justru diwarnai aksi kekerasan dan penangkapan.
Baca Juga:
Intelijen AS-Israel Sebut Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei Sekarat
Sebelum meninggal, Amini sempat ditahan polisi moral Iran karena diduga tak memakai jilbab.
Di bawah pemerintahan Raisi, Iran untuk pertama kalinya menyerang secara langsung ke Israel pada 13 April.
Serangan Iran merupakan balasan usai pasukan Israel menggempur fasilitas diplomatik mereka di Damaskus, Suriah. Gempuran ini menewaskan belasan orang termasuk komandan pasukan khusus militer Iran.
Baca Juga:
Iran Jatuhkan Dua Jet Tempur AS dalam Sehari, Termasuk A-10 Warthog
Sebelum menjadi presiden, Raisi merupakan kepala peradilan Iran pada 2019.
Di tahun yang sama, Raisi terpilih sebagai wakil presiden dari Majelis Ahli Iran. Lembaga ini bertugas memilih pemimpin tertinggi berikutnya usai Khamenei meninggal.
Dua tahun sebelum itu, Raisi pernah mencalonkan diri sebagai presiden tetapi kalah dari Rouhani, demikian dikutip Al Jazeera.