Pusat pertokoan pun juga memiliki nasib serupa. Zaheer, salah seorang pemilik toko pakaian di Quetta, mengatakan telah menunggu listrik pulih selama berjam-jam.
Di sisi lain, ia juga tidak bisa berjualan karena saat listrik mati tidak ada pelanggan yang ke toko.
Baca Juga:
Pakistan Temukan Cadangan Emas Besar di Sungai Indus, Nilainya Capai 800 Miliar Rupee
"Seluruh pasar jalan Jinnah praktis tutup, karena tanpa listrik pelanggan tidak bisa ke toko," ujarnya.
Pemadaman listrik terjadi karena Pakistan tengah menghadapi guncangan ekonomi, termasuk krisis energi.
Melansir CNN Indonesia, awal bulan ini, Perdana Menteri Shehbaz Sharif memerintahkan semua departemen federal untuk mengurangi konsumsi energi sebesar 30 persen.
Baca Juga:
Tragedi Bom di Pakistan: Diplomat Indonesia dan Sejumlah Negara Lolos dari Maut
Selain itu, pemerintah juga memerintahkan semua pasar tutup pada pukul 8.30 malam. Sedangkan, restoran pada pukul 10 malam.
Keputusan untuk mengurangi penggunaan energi datang ketika Pakistan mengumumkan cadangan devisanya telah menyusut ke tingkat yang sangat rendah.
Berdasarkan data bank sentral, total cadangan devisa cair negara itu mencapai US$11,7 miliar pada Desember lalu. Angka ini merupakan setengah dari jumlah cadangan devisa pada awal 2022.