WahanaNews.co | Seorang diplomat Iran, Assadolah Assadi, dijatuhi
hukuman penjara 20 tahun atas dugaan rencana pengeboman terhadap demonstrasi
oposisi di Prancis dua tahun lalu.
Assadi dinyatakan bersalah atas
percobaan pengeboman terhadap demonstrasi oposisi Iran yang menargetkan
pertemuan Dewan Perlawan Nasional Iran (NCRI) di dekat Paris pada Juni 2018
lalu.
Baca Juga:
Misteri Handphone Arya Daru: Bukan Dibuang, Tapi Sengaja Dimatikan
Pertemuan itu juga dihadiri oleh
berbagai tokoh terkemuka AS termasuk sekutu dekat Presiden AS waktu itu, Donald Trump.
Assadi ditangkap di Jerman sebelum
diekstradisi ke Belgia untuk diadili. Ia tidak menghadiri persidangan, yang
diadakan secara tertutup dengan keamanan ketat.
Pengacara penuntut Belgia dan partai
Sipil kepada penuntun mengatakan jika Assadi sebagai dalang di balik jaringan
intelijen Iran dan melakukan aksinya atas perintah dari Teheran.
Baca Juga:
Jejak Keramahan Zetro Leonardo Purba, Diplomat Indonesia yang Gugur di Peru
Mengutip Reuters, dokumen polisi mengungkapkan pada Maret lalu, Assadi
memperingatkan pihak berwenang tentang kemungkinan aksi balasan oleh kelompok
tak dikenal jika dia terbukti bersalah.
Pengacara penuntut Georges-Henri
Beauthier mengatakan jika putusan hukum menunjukkan bahwa seorang diplomat
tidak memiliki kekebalan hukum.
"Putusan itu menunjukkan dua hal:
seorang diplomat tidak memiliki kekebalan atas tindakan kriminal dan tanggung
jawab negara Iran dalam apa yang bisa menjadi pembantaian," ujarnya di
luar pengadilan di Antwerp.