WAHANANEWS.CO, Jakarta - Perang antara Amerika Serikat dan Iran memasuki fase yang semakin panas ketika Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan negaranya sebenarnya sudah unggul, namun operasi militer belum akan dihentikan sampai Iran benar-benar kehilangan kemampuan untuk melawan.
Pernyataan tersebut muncul di tengah situasi konflik yang terus berkembang setelah Iran memilih pemimpin tertinggi baru, Mojtaba Khamenei, yang justru menegaskan negaranya siap menghadapi perang berkepanjangan.
Baca Juga:
Pengungkapan Kasus Narkoba di Jambi Naik 25 Persen, Polda Jambi Amankan Puluhan Tersangka
“Ini akan selesai dengan cukup cepat. Kita sudah menang dalam banyak hal, tetapi belum cukup menang,” kata Trump, Senin (9/3/2026).
Meski mengklaim berada di posisi unggul, pemerintah Amerika Serikat tidak menjelaskan secara rinci indikator kemenangan yang dimaksud dalam operasi militer tersebut.
Sementara itu, Iran terus menunjukkan perlawanan dengan meningkatkan serangan dan menegaskan tidak akan mundur dari konflik melawan Amerika Serikat.
Baca Juga:
Kunker Safari Ramadhan ke Kodim 0419/Tanjab, Pangdam XX/TIB Tekankan Profesionalisme dan Kemanunggalan TNI-Rakyat
Pernyataan Trump yang dinilai berubah-ubah juga memicu gejolak di pasar global karena harga minyak melonjak tajam sementara pasar saham mengalami fluktuasi tajam dalam waktu singkat.
Trump juga memperingatkan Iran agar tidak mengganggu pasokan energi global yang sangat bergantung pada jalur distribusi di kawasan Timur Tengah.
“Saya tidak akan membiarkan rezim teroris menyandera dunia dan mencoba menghentikan pasokan minyak dunia. Jika Iran melawan lagi, mereka akan dihantam lebih keras lagi,” ujarnya.