Selain isu konflik Israel-Palestina, kemarahan jemaah juga dipicu oleh kebijakan pemerintah Australia yang melarang organisasi Hizb ut-Tahrir.
Pelarangan tersebut dilakukan beberapa pekan sebelumnya dengan alasan organisasi itu dianggap menimbulkan ancaman keamanan.
Baca Juga:
Meta Tutup Hampir 550 Ribu Akun Anak Setelah Aturan Ketat Australia Berlaku
Hizb ut-Tahrir disebut sebagai kelompok radikal yang menentang negara-negara Barat.
Organisasi tersebut juga dikaitkan dengan serangan teror di Pantai Bondi pada Desember 2025 yang menewaskan sekitar 15 orang.
Meski sempat memanas, situasi di masjid akhirnya berhasil dikendalikan oleh petugas dan komunitas setempat.
Baca Juga:
Cuaca Ekstrem Picu Kebakaran Besar di Victoria dan New South Wales
Albanese menyatakan bahwa insiden tersebut tidak berlangsung lama dan segera ditangani.
“Saya berjalan menembus kerumunan menuju masjid dan tidak seorang pun mencemooh, sebetulnya ada beberapa pencemooh di dalam, namun mereka sudah ditangani,” jelas Albanese.
Ia juga membantah adanya tindakan pemaksaan terhadap jemaah yang melakukan protes.