Jean-Marie Paugam menegaskan bahwa apabila Selat Hormuz benar-benar diblokir selama tiga bulan, dampaknya terhadap rantai pasok global akan sangat signifikan.
Negara-negara pengimpor pangan, khususnya di kawasan Afrika Barat dan Afrika Utara, diperkirakan menjadi pihak yang paling rentan terhadap krisis ini.
Baca Juga:
Terjebak Selama Dua Bulan, Keluarga Delgado Hadapi Ancaman Mengerikan di ‘The Last House’
Selain itu, praktik penimbunan pasokan oleh sejumlah negara juga dikhawatirkan dapat memperparah kondisi pasar global.
Fenomena serupa pernah terjadi saat gangguan perdagangan internasional pada masa pandemi COVID-19.
Pengalaman tersebut menjadi pelajaran penting bahwa gangguan rantai pasok dapat berdampak luas terhadap stabilitas pangan dunia.
Baca Juga:
Ribuan Ibu-Ibu Pengajian Al Hidayah Sumedang Semarakkan Peringatan HUT RI ke-81
WTO pun mengingatkan bahwa konflik di Timur Tengah berpotensi menghambat upaya global dalam menghapus kelaparan pada tahun 2030.
[Redaktur: Ajat Sudrajat]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.