Di kawasan Porto Praia, komunitas asli yang tinggal dekat sungai Amazon bahkan kesulitan untuk pergi kemana-mana. Sebab saat siang hari, tanah yang mengering di kawasan itu terlalu panas untuk dilalui.
Menurut pemimpin masyarakat setempat Anilton Braz perjalanan menggunakan kapal motor ke Tefe yang normalnya dapat ditempuh selama 90 menit kini memakan waktu hingga 4 jam. Banyak area dengan air yang terlalu sedikit sehingga mereka harus mendayung.
Baca Juga:
Tanggapi Aspirasi FWR DAS Rawalumbu, Komisi II Bakal Lakukan Hal Ini
Selain itu, kekeringan ini juga menyebabkan masyarakat kehilangan sumber air bersih. Sumber air yang biasa digunakan kini berlumpur dan mereka tak memiliki alternatif lain.
"Kami takut anak-anak kami akan terkena diare dan penyakit lainnya," kata Braz.[zbr]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.