RSF mengatakan temuan awalnya didasarkan pada apa yang digambarkannya sebagai "analisis menyeluruh terhadap laporan saksi mata, rekaman video, dan keahlian balistik". Investigasi terus berlanjut, tambah laporan itu.
"Adalah tidak mungkin para jurnalis disangka sebagai kombatan, terutama karena mereka tidak bersembunyi: untuk mendapatkan pandangan yang jelas, mereka telah berada di tempat terbuka selama lebih dari satu jam, di puncak bukit,” ungkapnya.
Baca Juga:
Mahasiswi Bali Jadi Korban Kecelakaan di AS, Biaya Pemulangan Jenazah Capai Rp180 Juta
"Mereka mengenakan helm dan rompi antipeluru bertanda 'press'," lanjut laporan tersebut.
Ketika ditanya mengapa mereka mempublikasikan temuan awal dan video berdurasi enam menit dibandingkan menunggu sampai penyelidikan selesai, kepala desk Timur Tengah RSF, Jonathan Dagher, mengatakan: "Kami yakin dengan temuan kami pada tahap ini dan ingin masyarakat untuk mengetahui hal ini."
"Ada unsur lain yang belum bisa kami konfirmasi," tambahnya tanpa menjelaskan lebih lanjut.
Baca Juga:
Utusan Khusus Rusia Kirill Dmitriev Umumkan Pembicaraan dengan Perwakilan Pemerintahan Trump
Tentara dan Pemerintah Lebanon menyalahkan Israel atas kematian Abdallah. Sumber militer Lebanon mengatakan kepada Reuters bahwa klaim tersebut didukung oleh penilaian teknis di lapangan yang dilakukan setelah serangan tersebut.
Abdallah bersama dua jurnalis Reuters lainnya, Maher Nazeh dan Thaer Al-Sudani, serta jurnalis dari kelompok media Al Jazeera dan Agence France-Presse, ketika dia dibunuh.
[Redaktur: Sandy]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.