WAHANANEWS.CO, Jakarta -- Dunia dikejutkan oleh pernyataan Presiden Amerika Serikat yang mengklaim Pemimpin Tertinggi Iran tewas dalam serangan udara, memicu ketegangan baru di Timur Tengah.
Presiden Donald Trump menyatakan dan mengonfirmasi bahwa Ali Khamenei meninggal dunia akibat serangan udara, sebagaimana dilaporkan AFP pada Sabtu.
Baca Juga:
Presiden Prabowo Didampingi Menteri ESDM dan Sekretaris Kabinet Bertolak ke Washington DC Bertemu Dengan Presiden Trump
Dalam unggahannya di platform Truth Social, Trump menuturkan bahwa Khamenei telah lama menjadi target intelijen dan sistem pelacakan Amerika Serikat.
"Bekerja sama erat dengan Israel, tidak ada yang dapat dia, atau para pemimpin lain yang telah terbunuh bersamanya, lakukan," tulis Trump di Truth Social.
Ia juga menyerukan respons dari masyarakat Iran menyusul kabar kematian pemimpin tertinggi tersebut.
Baca Juga:
Di Tengah Puing Perang, Trump Bikin Dunia Kaget: Akui Peran Hamas soal Sandera Gaza
"Kami mendengar bahwa banyak dari IRGC (Garda Revolusi Iran), militer, dan pasukan keamanan dan kepolisian lainnya, tidak lagi ingin berperang, dan mencari kekebalan dari kami," tulis Trump.
Sebelumnya, Israel meyakini bahwa Khamenei tewas dalam serangan udara yang menargetkan langsung kompleks kediamannya.
Mengutip laporan The Wall Street Journal pada Sabtu, sejumlah sumber yang memahami jalannya operasi menyebut Israel sangat yakin Khamenei telah meninggal dunia.
Sedikitnya 30 bom dijatuhkan ke kompleks kediaman Khamenei, demikian disampaikan seorang sumber yang menerima pengarahan mengenai operasi tersebut.
Serangan itu dilaporkan menghancurkan seluruh bangunan hingga rata dengan tanah.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu turut mengonfirmasi bahwa pasukannya telah menghancurkan kompleks milik Khamenei.
Namun dari Teheran muncul bantahan keras atas klaim tersebut dan pemerintah Iran menegaskan bahwa kabar kematian itu tidak benar.
Pejabat Iran memperingatkan adanya perang mental setelah beredarnya laporan dari Israel yang mengeklaim Khamenei telah meninggal dunia.
"Musuh menggunakan perang mental, semua orang harus waspada," kata pejabat humas kantor pemimpin tertinggi Iran, dikutip dari The Guardian.
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa Khamenei masih hidup dan para pejabat tinggi lainnya juga dalam kondisi baik.
Dalam wawancara dengan NBC News dari Teheran, Araghchi menegaskan bahwa pemimpin tertinggi negaranya berada dalam keadaan sehat dan aman.
[Redaktur: Elsya Tri Ahaddini]