WAHANANEWS.CO, Jakarta - Ketegangan antara Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan CNN memanas setelah laporan media tersebut mengutip klaim Iran tentang “kemenangan besar” atas Washington di tengah kesepakatan gencatan senjata dua pekan.
Pernyataan itu mencuat saat Trump memutuskan menunda serangan militer dan memilih jalur negosiasi dengan Iran, yang turut mencakup pembukaan kembali Selat Hormuz.
Baca Juga:
Trump Kembali Terancam Dimakzulkan, Demokrat Ungkap Dugaan Kejahatan Global
CNN dalam laporannya mengutip pernyataan Dewan Keamanan Nasional Iran yang menyebut Teheran berhasil memaksa Amerika Serikat menerima proposal gencatan senjata 10 poin.
“Pernyataan yang diduga dikeluarkan oleh CNN World News adalah PENIPUAN, seperti yang sangat diketahui oleh CNN,” tulis Trump melalui Truth Social, Selasa (7/4/2026) malam.
Trump kemudian menuding sumber informasi tersebut tidak kredibel dan berasal dari situs yang diragukan, sehingga memicu penyebaran informasi yang menurutnya menyesatkan.
Baca Juga:
Dituding Penjahat Perang, Trump Ngamuk dan Ancam Hancurkan Iran
“Pernyataan palsu itu dikaitkan dengan situs berita palsu (dari Nigeria) dan, tentu saja, langsung diambil oleh CNN dan disiarkan sebagai tajuk ‘yang sah’.”
Ia bahkan memerintahkan CNN untuk menarik laporan tersebut dan meminta maaf, sembari membuka kemungkinan adanya proses hukum.
“Pihak berwenang sedang berupaya menentukan apakah suatu kejahatan telah dilakukan dalam penerbitan pernyataan CNN palsu tersebut, atau ini ulah pelaku nakal yang sakit?”