WAHANANEWS.CO, Jakarta - Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Antonio Guterres, mengecam keras aksi teror berupa ledakan bom bunuh diri yang mengguncang Masjid Khadija Tul Kubra di kawasan Tarlai Kalan, Islamabad, Pakistan.
Serangan tersebut terjadi saat umat Muslim tengah melaksanakan salat Jumat pada 6 Februari 2026, sehingga menimbulkan banyak korban jiwa dan luka-luka.
Baca Juga:
Aksi Militer Trump Tangkap Presiden Venezuela Maduro, PBB Angkat Suara
Dalam pernyataan resmi yang disampaikan melalui Juru Bicara PBB, Stéphane Dujarric, Guterres menegaskan bahwa kekerasan terhadap warga sipil, terlebih di tempat ibadah, merupakan tindakan yang sama sekali tidak dapat dibenarkan.
"Sekretaris Jenderal menegaskan kembali bahwa serangan terhadap warga sipil dan tempat ibadah tidak dapat diterima. Ia menekankan bahwa mereka yang bertanggung jawab harus diidentifikasi dan dibawa ke pengadilan,” kata Sekjen Gutteres dalam pernyataan yang dibacakan Juru Bicara Stéphane Dujarric dilansir UN News.
Selain mengecam aksi teror tersebut, Guterres juga menyampaikan rasa duka mendalam kepada keluarga para korban yang meninggal dunia.
Baca Juga:
Sekjen PBB Desak Israel Cabut Amandemen UU yang Hambat Operasi UNRWA
Ia turut mendoakan agar para korban yang mengalami luka-luka dapat segera pulih sepenuhnya.
“Ia juga menegaskan kembali "solidaritas PBB dengan Pemerintah dan rakyat Pakistan dalam upaya mereka memerangi terorisme dan ekstremisme kekerasan,” ujarnya menambahkan.
Kecaman serupa juga disampaikan Koordinator Tetap PBB di Pakistan, Mo Yahya.
Ia mengaku sangat terpukul dan berduka atas serangan brutal yang menyasar sebuah Imambargah di Islamabad, tempat masyarakat berkumpul untuk menjalankan ibadah salat Jumat.
"Saya menyampaikan belasungkawa terdalam saya kepada para korban dan keluarga mereka. Kita harus bersatu dalam menentang kekerasan yang tidak masuk akal seperti itu,” kata Mo Yahya menekankan.
Ledakan dahsyat yang diduga kuat merupakan aksi bom bunuh diri itu terjadi di Masjid Khadija Tul Kubra, wilayah Tarlai Kalan, Islamabad bagian tenggara.
Serangan terhadap masjid Syiah tersebut menewaskan sedikitnya 31 orang, sementara 169 orang lainnya dilaporkan mengalami luka-luka dengan berbagai tingkat keparahan.
Sementara itu, Menteri Pertahanan Pakistan, Khawaja Asif, mengungkapkan bahwa petugas keamanan masjid sempat berupaya menghentikan pelaku sebelum ledakan terjadi.
Namun, upaya tersebut gagal setelah tersangka justru melepaskan tembakan ke arah penjaga keamanan, lalu meledakkan bahan peledak di tengah kerumunan jamaah.
Asif juga menyebut adanya dugaan bahwa pelaku serangan memiliki riwayat perjalanan bolak-balik ke Afghanistan, sebagaimana dikutip dari Aljazeera.
Pada Jumat malam, kelompok ISIL atau ISIS mengklaim bertanggung jawab atas aksi teror tersebut melalui saluran Telegram resmi mereka.
Kelompok ISIS turut merilis sejumlah gambar yang diklaim memperlihatkan pelaku serangan, dengan wajah tertutup dan bagian mata diburamkan, sebagaimana dilaporkan oleh kantor berita Reuters.
[Redaktur: Ajat Sudrajat]