Negara ini juga mengajak Malaysia, Brunei Darussalam, dan Thailand.
Dilansir dari Straits Times, Kamis (24/11) Dewan Warisan Nasional (NHB) Singapura menyebut ini akan menjadi nominasi multinasional pertama Singapura untuk Daftar Perwakilan Warisan Budaya UNESCO.
Baca Juga:
Es Dunia Mencair Super Cepat, Kota-Kota Pesisir Terancam Tenggelam
Penyerahan penawarannya akan dilakukan pada Maret 2023.
NHB juga mengatakan kebaya merupakan pakaian tradisional perempuan yang populer di wilayah itu.
"Kebaya mewakili dan merayakan sejarah bersama di wilayah tersebut, mempromosikan pemahaman lintas budaya dan terus hadir serta secara aktif diproduksi dan dikenakan oleh banyak komunitas di Asia Tenggara," tulis NHB.
Baca Juga:
Gubernur Sulbar Suhardi Duka Terima Audiensi Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah 18
"Kebaya telah dan terus menjadi aspek sentral dalam representasi dan tampilan warisan budaya dan identitas Melayu, Peranakan dan komunitas lainnya di Singapura, dan merupakan bagian integral dari warisan kami sebagai kota pelabuhan multikultural, dan hubungan lintas Asia Tenggara dan dunia," kata CEO NHB Chang Hwee Nee.
Ia juga memaparkan nominasi bersama ini menggarisbawahi multikulturalisme dan akar bersama mereka di wilayah tersebut.
Pengajuan penawaran multinasional ini diawali dari Malaysia yang mengusulkan dan mengkoordinasikannya.