Seberapa Pentingkah Teknologi Kecerdasan Buatan?
Baca Juga:
Rusia Tegaskan Tolak Kemerdekaan Taiwan, Dukung Penuh Kedaulatan China
Para pejabat tinggi dunia semakin menaruh perhatian terhadap perkembangan kecerdasan buatan dan ancaman yang mungkin ditimbulkannya di masa depan.
Seperti pada pertengahan September lalu, Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia Michelle Bachelet menekankan, ada kebutuhan mendesak terkait moratorium penjualan dan penggunaan sistem kecerdasan buatan.
Pada pertemuan perdana Dewan Perdagangan dan Teknologi (TTC) AS dan UE akhir September lalu, kecerdasan buatan juga turut menjadi agenda pembahasan.
Baca Juga:
China Ingatkan Risiko Konflik Bersenjata akibat Pasokan Senjata AS ke Taiwan
Sementara itu, Direktur Pusat Kecerdasan Buatan Gabungan AS (JAIC) pada awal Oktober 2021 telah mengatakan, arsitektur dan jaringan kecerdasan buatan "adalah senjata” yang perlu diperlakukan layaknya senjata.
Menurutnya, ada sejumlah ancaman baru yang bermunculan saat ini, seperti manipulasi data (data poisoning), spoofing, dan deep fakes.
Ketika teknologi kecerdasan buatan terus berkembang dan tumbuh, peluangnya menjadi target serangan siber juga semakin meningkat.